
BENALU BATU adalah tanaman tradisional yang sudah terbukti dapat menyembuhkan segala penyakit dalam.Cukup direbus degan 3 gelas air biarkan mendidih,kira-kira tersisa 1 gelas.dinginkan dan minum.1 bungkus bisa 2x pakai.Insyallah 10 bks anda sdh merasakan hasilnya.UNTUK PEMBELIAN KONPIRMASI DULU.Karena barang tdk selalu ada.Mengingat tanaman ini sdh agak susah.KESEHATAN ADALAH SEGALANYA,SEMOGA SEGALA IKHTIAR DI RIDHOI ALLAH…AMIN. Garansi jika habis 10 bungkus tidak ada perubahan maka kami akan mengembalikan uang anda dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan hasil lab. atau jika anda tidak merasakan reaksi apa-apa produk kami Info hub:081341133139
Saturday
JUAL BENALU BATU Obat Herbal untuk Kanker
Manfaat dan Khasiat Benalu Batu dari Sulawesi Tengah
Tumbuhan Pulohi Wasu atau Benalu Batu berasal dari desa di Sulawesi Tengah. Tumbuhan ini hanya terdapat disekitar pegunungan di desa tersebut. Tumbuh dan hidup serta akarnya merambat di atas gunung batu, makanya diberi nama Benalu Batu.
Tumbuhan ini diketahui sebagai obat dari seorang nenek yang suaminya menderita penyakit kanker, tumbuhan ini diolah dan diminum oleh suaminya sesuai petunjuk. Dan ternyata khasiatnya sangat ampuh. Penderita sembuh tanpa harus melalui operasi. Obat herbal ini sudah terkenal di masyakarakat bahkan telah dikenal dan digunakan dibeberapa kota besar di Sulawesi. Dan belakangan ternyata bukan hanya ampuh untuk penyakit kanker tetapi dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam dan juga yang kecanduan nikotin maupun narkoba.
Adapun penyakit yang sudah terbukti kebenarannya sembuh dengan obat herbal ini di antaranya seperti:
- Asma
- Batuk Kering
- Paru-paru kotor
- Sakit Pinggang
- Ginjal
- Batu Ginjal
- Usus Terlipat
- Gejala Lumpuh/Stroke
- Susah Buang Air Besar
- Akar Tumor
- Haid tidak teratur
- Perut Keras Bagian Dalam
- Kencing Manis /Diabetes
- Jantung
- Kolesterol
- Rematik
- Asam Urat
- Muntah Darah / TBC
- Pusing/Migrain
- Malaria
- Cacingan
- Kram Badan
- Penyakit Gondok
- Eksim
- Kecanduan Nikotin
- Kecanduan Narkoba
- Kanker Payudara
- Kanker Kulit
- Kanker Darah
- Kanker Paru-Paru
- Kanker Limpa
- Kanker Otak
- dll
Aslinya, benalu dikenal sebagai penggemar tumbuhan perdu. Di situ ia biasa membentuk miliu (lingkungan sekitar) yang memberikan kesan rimbun, tidak teratur, dan kurang terawat.
Untuk memergoki benalu tak sulit. Anda bisa menemukannya di sekitar hutan, tepi jalan, kebun, bahkan tegalan. Tanaman ini berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif (cara pertama, lewat penyebaran biji, dianggap lebih baik dibandingkan dengan cara kedua).
Dalam Flora Malesiana vol. 13 (1997) ditegaskan, ada dua kelompok besar benalu, yakni dari keluarga Loranthaceae dan Viscaceae. Famili Loranthaceae punya 23 marga (dengan 200 jenis tanaman), di antaranya marga Dendrophthoe (21 jenis) dan marga Scurrula (8 jenis). Sedangkan Viscaceae punya empat marga (26 jenis).
Sebagai obat tradisional, masyarakat di berbagai negara sebenarnya sudah lama memanfaatkan benalu untuk menyembuhkan beragam penyakit. Seperti bisa dibaca dari naskah lawas, “Journal of the Asiatic Society of Bengal” (1887), keberadaan dan khasiat benalu ternyata sudah dikenal luas oleh orang Indonesia sejak lama, khususnya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Faktanya, catatan-catatan etnobotani menunjukkan, di Jawa pada tahun 1968 benalu sudah digunakan sebagai obat penyakit cacar air, cacar api, diare, cacing tambang, tumor, dan kanker. Pada 1978 penelitian etnobotani juga memberitakan, benalu teh kering yang direbus airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis kanker lainnya. Sedangkan pada tahun 1980, giliran benalu sawo yang dipercaya dapat menyembuhkan tumor payudara.
Lalu pada 1983 ditemukan fakta bahwa benalu jeruk nipis, benalu beringin, dan benalu teh dengan ramuan tertentu dapat menghalau tumor. Setahun kemudian, penelitian etnobotani sekali lagi menemukan fakta di lapangan, air hasil rebusan benalu dan daun tapak dara (Catharanthus roseus), jika diminum, ternyata dapat mengobati kanker.
Tahun 1995, penulis sempat mengunjungi Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, untuk mengamati maraknya penggunaan benalu sebagai ramuan jamu di daerah itu. Dari hasil pengamatan itu, penulis sempat menemukan seorang penderita kanker usus yang berhasil sembuh dari penyakitnya, setelah meminum rebusan benalu mangga.
Tak hanya manjur di Indonesia, khasiat benalu juga dipercaya oleh masyarakat Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini. Di negara-negara itu, benalu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Di Indocina, daun benalu Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. sering diramu dengan teh, lalu diminum sebagai obat flu. Sedangkan larutan daun benalu Scurrula ghracififolia digunakan untuk mengobati rematik, bisul-bisul, serta memperkuat pertumbuhan gigi dan rambut. Jenis benalu lainnya, Viscum articulatum Burm. F direbus dan diminum dua kali sehari untuk mengobati bronkitis. Di Cina semua bagian dari benalu Scurrula parasitica, yang sudah dikeringkan, digunakan untuk memperkuat ginjal, menenangkan uterus sewaktu hamil, menguatkan tulang, mengurangi pembengkakan, menghilangkan rasa sakit punggung maupun lutut, serta menurunkan tekanan darah tinggi.
Orang Cina juga memanfaatkan benalu untuk pengobatan kelainan hati dan merangsang pertumbuhan rambut. Sedangkan Viscum articulatum dipercaya membantu mengatasi kelainan hati dan penyakit TBC (tuberkulosis).
Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit?
Menurut Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flavanones, c-glycoflavonols dan flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertanggung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.
Dalam ilmu farmasi, flavaoid dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, mencegah keracunan hati, antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah, antialergi, dan antikanker.
Keberadaan flavanoid itu didukung oleh zat-zat lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydroproline, myo-inositol, dan chiroinosotils. Sementara benalu famili Loranthaceae diyakini banyak mengandung tanin. Senyawa ini terdapat pada tanaman benalu, berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang. Dalam ilmu farmasi, tanin kerap digunakan sebagai obat diare, penawar racun, antivirus, antikanker, dan anti-HIV.
Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih meyakinkan mengenai khasiat benalu, silakan bertanya pada ahli etnobotani atau ahli fitokimia terdekat di kota Anda. Bagi yang bertempat tinggal di Jabodetabek bisa menghubungi Puslitbang Botani LIPI, di Bogor, Jawa Barat.
PERINGATAN !!
- Hati-hati untuk tidak membeli disembarang tempat, karena sudah banyak yang memalsukannya.
- Obat herbal ini keras, jangan digunakan oleh wanita hamil.
- Tidak dibenarkan minum obat ini, bersamaan dengan obat rumah sakit / dokter.
- Tidak dibenarkan minum obat ini sewaktu perjalanan karena reaksi obat ini selalu buang air besar atau pada penyakit ginjal buang air kecil. Sebab penyakit ini bereaksi dengan buang air besar yang berulang-ulang sampai perut bersih.
Pengolahan dan Penggunaannya :
- Satu ikat kecil / bungkus (7 batang) direbus dengan air bersih 1 liter, dimasak terus menerus sampai sisa airnya tinggal 1 gelas. 1 bungkus kecil direbus 3 kali (1 bungkus untuk 3 x minum).
- Setelah ramuan dingin, diminum dengan resep ½ gelas pagi dan sore ½ gelas, diminum sebelum makan bagi yang baru pertama kali minum obat ini.
- Pengobatan lanjutan, resep diminum sesudah makan pagi dan sore.
- Bagi penderita yang fisiknya lemah, disarankan minum resep 1/3 gelas pagi hari, 1/3 gelas siang hari dan 1/3 gelas sore hari.
- Bagi penderita Kanker atau yang kronis disarankan minum resep 3 kali dalam 1 minggu berantara 1 hari (berselang 1 hari).
- Setelah obat ini diminum 1 paket (10 bungks kecil) sebaiknya penderita ke Dokter untuk melakukan pemeriksaan agar segera mengetahui keadaan penyakitnya.
- Disarankan untuk yang sudah sembuh agar meminumnya 1 bungks kecil 1 minggu 1 kali.
- Reaksinya perut sakit-sakit melilit dan sering buang air besar berupa cairan hitam.
- Bagi penderita maag, obat ini diminum sesudah habis makan.
- Tidak ada efek sampingan, asal diminum sesuai petunjuk aturan obat ini.
- Jika anda tidak tahan rasa pahit, disarankan sesudah minum obat ini, minum 1 sdt madu sedikit atau makan gula merah sedikit untuk menghilangkan rasa pahit di mulut.
Semoga Allah meridhoi segala ikhtiar yang ikhlas ….
Untuk informasi lagi silahkan hub: 081341133139
Monday
Download Game until you Satisfied
Ada beberapa file .swf, klo ada yg perlu player disini
10 Days Under The Sea, 2001 - catch the sperm, 2002 - catch the sperm 2, 2003a - catch the sperm 3 including carnival10 Days Under The Sea, 2001 - catch the sperm ,2002 - catch the sperm 2, 2003a - catch the sperm 3 including carnival, 2003b - catch the sperm 3 - summer scenario, 2003c - catch the sperm 3 winter christmas scenario, 2003d - catch the sperm 3 - swish soccer scenario, 2003e - catch the sperm 3 internet_duel_scenario
Read More......
Wednesday
Don't give the honey for your baby
Symptoms of infant botulism include weakness in the neck, arms, or legs; inability to suck or cry normally; inability to feed or swallow; and persistent constipation. The first symptom is constipation, which can appear three to 30 days following ingestion of honey. The next symptoms observed are listlessness, decreased appetite, and a weakened cry over the next several days. Gagging and sucking reflexes diminish and the child moves less and less. Infant botulism frequently causes an infant to have an unusual breathing pattern, which often requires putting the infant on a ventilator to help with breathing.
Most infants recover from botulism with hospital care. However, if infant botulism is not treated immediately, it could result in death. Hospital care is necessary. Identifying the botulism toxin in the stool is needed for proper diagnosis. This toxin can cause nerve damage for weeks or even months. Neither antibiotics nor antitoxin have proven beneficial in treating infant botulism and may even make the illness worse. There is also a link between infant botulism and SIDS (sudden infant death syndrome), because breathing is affected in the most severe stages of the illness. It is believed to be the cause of death in 10% of SIDS cases. As children get older, the stomach acid, bacteria, and the intestinal tract mature to make them less susceptible to the toxins that botulism spores produce. The single most effective way to prevent infant botulism is to avoid giving honey to infants younger than 12 months of age.
Read More......
Monday
Killer bees
"Killer bees" is usually a colloquial reference to the africanized bee, and it also may refer to:
* Killer bees (business), firms or individuals employed by a target company to fend off a takeover bid
Killer Bees may refer to:
* Killer Bees!, a video game for the Magnavox Odyssey
* The Killer Bees (SNL), a recurring sketch on the American comedy program Saturday Night Live
* The Killer Bees (professional wrestling), a professional wrestling tag team
* Killer Bees (film), a 1974 television movie featuring Gloria Swanson
* Killer Bees! (film), a 2002 television movie featuring Fiona Loewi
* Killer Bees (Texas Senate), a group of Texas senators, including Glenn Kothmann, who in 1979 went into hiding to prevent a quorum
* The Killer Bees (band), an American funk/soul/rock band co-founded by Papa Mali
* Killer Bee codename for Cammy White, a Street Fighter character.
See also:
* The Killer B's, a collective nickname for Derek Bell, Craig Biggio, and Jeff Bagwell for the Houston Astros in the 1990s whose last names started with B
* The Killer B's, a collective nickname for several starters for the Miami Dolphins defense in the 1980s whose last names started with B
* Killa Bees, a collective nickname for affiliates of the Wu-Tang Clan
* Attack of the Killer B's, a compilation album by Anthrax
